Back to homepage

Komisi Etik Penelitian Kesehatan FKK UMJ

KOMISI ETIK PENELITIAN KESEHATAN

FAKULTAS  KEDOKTERAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta  adalah sebuah badan/unit independen di bawah Dekan yang bertugas melaksanakan pengkajian secara etik  penelitian bidang kesehatan dan kedokteran terutama penelitian dengan subyek penelitian manusia untuk menjaga martabat, hak, keselamatan,  dan kesejahteraan manusia yang terlibat dalam penelitian.

Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Muhammadiyah Jakarta memiliki tugas-tugas sebagai berikut :

1. Melakukan review usulan penelitian kesehatan secara rutin untuk membahas usulan penelitian yang memerlukan ethical clearance. Semua penelitian yang sedang berjalan yang telah mendapatkan ethical clearance dari Komisi Etik Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ akan dipantau oleh anggota Komisi Etik.

2. Mengadakan rapat konsultasi dengan pihak yang terkait serta merumuskan tertib penelitian sesuai dengan norma hokum yang berlaku

3. Pertemuan Komisi Etik Penelitian Kesehatan diadakan sesuai dengan ada tidaknya protokol yang masuk dan akan dikaji

4. Membina dan memberikan penyuluhan mengenai etika penelitian kepada calon peneliti serta memantau pelaksanaannya di lapangan

5. Menilai dan memberikan rekomendasi kelayakan etis penelitian

I.        Prinsip etik dasar adalah:
- Prinsip menghormati harkat dan martabat manusia (respect for person)
- Prinsip berbuat baik (beneficence) dan tidak merugikan (non-maleficence)
- Prinsip keadilan (justice)

II.      Status pengajuan kajian etik terbagi dalam 3 (tiga) kategori berdasarkan besar kecilnya risiko sesuai penilaian awal yang dilakukan.

- Protokol penelitian dibebaskan dari telaah etik dan mendapatkan surat keterangan bebas telaah etik. Dalam kategori ini adalah penelitian tanpa risiko atau risiko minimal tanpa melibatkan subyek yang rentan. Proses kajian etik selesai maksimal dalam waktu tiga hari.
- Proses telaah etik dipercepat dan akan ditelaah oleh minimal 3 penelaah (termasuk 1 lay person bila subyek adalah manusia). Dalam kategori ini adalah penelitian dengan risiko sedang dengan atau tanpa melibatkan subyek yang rentan. Proses kajian etik selesai maksimal dalam waktu satu minggu.
- Proses telaah etik yang memerlukan rapat pleno/full board dengan mengundang tim peneliti dan seluruh anggota KEPK. Kategori ini diperuntukkan penelitian yang memiliki risiko tinggi dan/atau melibatkan individu kelompok rentan sebagai subyek penelitian. Rapat pleno atau full board wajib dihadiri oleh tim peneliti dan minimal 5 anggota KEPK. Proses kajian etik selesai maksimal dalam waktu dua minggu. 

Rekomendasi yang diberikan oleh KEPK dapat berupa:

·         Disetujui

·         Perlu perbaikan

·         Ditolak

III.    Tata cara pengajuan dan pengusulan kaji etik penelitian kesehatan adalah harus mengisi dan melengkapi hal-hal sebagai berikut yang dijilid sesuai dengan ketentuan cover di bawah:

1. Mengisi surat permohonan dan pengusulan kaji etik yang ditandatangani oleh pimpinan atau dosen pembimbing [Form 1A bagi mahasiswa  dan Form 1B bagi dosen ]

2. Mengisi formulir identitas dan keahlian peneliti [Form 2A bagi mahasiswa  dan Form 2B bagi dosen ]

3. Melampirkan resume protokol penelitian yang disahkan pembimbing dan/atau ketua jurusan (dengan penjelasan terperinci khusus pengambilan sampel dan perlakuan terhadap sampel dan instrument yang diperlukan) [Form 3 ]

4. Melampirkan kuesioner/pedoman wawancara (bila ada)

5. Melampirkan naskah persetujuan setelah penjelasan (PSP) untuk mendapatkan persetujuan dari subyek penelitian

6. Menyerahkan softcopy proposal yang telah disahkan dalam format PDF

 

Seluruh dokumen tersebut dikirimkan dalam bentuk softcopy ke kepkfkkumj@gmail.com dan hardcopy ke sekretariat KPEK FKK UMJ di gedung FKK UMJ lantai 2. Dokumen protokol penelitian dijilid dengan cover mika sesuai dengan warna program studi masing-masing: